Friday, March 5, 2010

100 Liter Air Menyembur Dari Perut Bulan


Penelitian para ilmuwan untuk mencari sumber kehidupan di Bulan mendekati titik terang. Para ilmuwan badan antariksa Amerika Serikat (NASA) beberapa waktu lalu mendapatkan hasil mengejutkan, yakni munculnya semburan sekitar 100 liter air dari permukaan Bulan.

Penelitian yang tersebut didapat setelah NASA melakukan “pengeboman” terhadap permukaan Bulan. Pada bulan Oktober lalu, pesawat luar angkasa Lunar Crater Observation dan Sensing Satellite (LCROSS) melakukan misi “pengeboman” permukaan Bulan.
Misi tersebut dilakukan dengan cara menabrakkan roket Centaur yang dibawa LCROSS ke permukaan Bulan, lalu disusul dengan tabrak LCROSS sendiri ke lokasi yang terlebih dahulu telah ditabrak oleh roket Centaur.
Dari uji coba tersebut, sedikitnya 100 liter air dalam bentuk es dan uap air muncul dari titik jatuhnya roket LCROSS yang sengaja ditabrakkan pada permukaan Bulan tersebut. Salah satu ilmuwan NASA, Anthony Colaprete, menjelaskan bahwa hasil ini sungguh signifikan.
“Kami menemukan air. Dan kami tidak hanya menemukan dalam jumlah sedikit. Kami menemukan kandungan yang signifikan,” ujarnya.
Pada penelitian luar angkasa sebelumnya, hasil penelitian yang menyebutkan adanya sumber air di Bulan sudah pernah diungkapkan.
Selain itu, pada penelitian lainnya juga menyebutkan bahwa kandungan tanah di Bulan ternyata mengandung unsur air.
=====>>>Sumber:http://kabarinews.com/article/Berita_Indonesia/Unik/100_Liter_Air_Menyembur_Dari_Bulan/34050

Misteri Sungai Di Bawah Laut






Sungai di bawah laut kedengarannya seperti khayalan atau ilusi semata, namun tidak seperti itu kenyataanya.
“Jika anda seorang penyelam, maka anda harus mengunjungi Cenote Angelita, Meksiko. Disana ada sebuah gua. Jika anda menyelam sampai kedalaman 30 meter, airnya air segar (tawar), namun jika anda menyelam sampai kedalaman lebih dari 60 meter, airnya menjadi air asin, lalu anda dapat melihat sebuah ’sungai’ di dasarnya, lengkap dengan pohon dan daun daunan.

Ternyata itu bukanlah sungai biasa, itu adalah lapisan hidrogen sulfida, namun nampak seperti sungai. Luar biasa bukan?

Misteri Danau yang Tidak Membeku di Antartika




Fenomena yang sangat luar biasa terjadi di kutub selatan. Kutub selatan adalah dunia salju yang tidak dihuni manusia, mempunyai istilah “daratan putih”. Di kutub selatan, sejauh mata memandang, tampak sehamparan luas salju yang putih mulus dan cahaya perak yang berkilauan. Tanah seluas 14 juta km persegi ini, hampir seluruhnya diselimuti oleh salju setebal ratusan hingga ribuan meter, suhu 50-60 derajat C di bawah nol, membuat segala yang ada disini kehilangan daya hidup dan fungsinya semula. Minyak Bumi disini membeku bagaikan beton aspal menjadi benda padat warna hitam, sedangkan minyak tanah disini menjadi bahan tak terbakar karena tidak mencapai titik nyala.
Namun, secara gaib alam yang menarik ini memperlihatkan kehebatan sihirnya yang menakjubkan : di alam salju yang ekstrem dingin ini di luar dugaan terdapat sebuah danau yang tidak membeku. Masalah seputar danau yang tidak membeku ini, ilmuwan mengemukakan berbagai perkiraan dan dugaan, namun hingga saat ini belum ada seorang ilmuwan pun yang dapat memberi kesimpulan yang memuaskan dan meyakinkan. Danau yang tidak membeku di kutub selatan ini memang begitu misterius, jika hendak menyingkap cadar misteri ini masih perlu penelitan lebih lanjut.
Fenomena Ganjil Danau yang Tidak Membeku
Sebagian besar daerah Antartika diselimuti dengan lapisan es yang sangat tebal, tebal rata-rata mencapai 1.880 meter dan lapisan es di sejumlah besar daerah mencapai lebih dari 4.000 meter, sehingga disebut “daratan es dan salju”. Iklim di daratan kutub selatan sangat dingin, suhu rata-rata per tahun hanya -25 derajat C, suhu terendah mencapai –90 derajat C, karena itu juga disebut “ekstrim dingin dunia”.
Namun, justru di atas tanah yang diselimuti dengan es dan salju yang dingin ini, terdapat danau tidak beku, benar-benar membingungkan. Pada 1960 silam, dimana setelah sarjana Jepang menganalisis data pengukurannya mendapati, suhu air di bawah lapian es tipis permukaan tersebut sekitar 0 derajat C, seiring dengan meningkatnya tingkat kedalaman, suhu air terus meningkat. Di kedalaman sepanjang 16 meter, suhu air naik 7.7 derajat C. suhu ini terus secara stabil bertahan hingga kedalamam 40 meter. Di bawah 40 meter, suhu air perlahan-lahan naik. Dan di kedalaman 50 meter, tingkat kenaikan suhu tiba-tiba melonjak drastic. Sampai pada dasar sedalam 66 meter, di luar dugaan suhu air mencapai 25 derajat C, tidak jauh berbeda dengan suhu di permukaan Dongha pada musim panas.
Bagaimana terjadinya danau yang tidak membeku di lingkungan yang sangat dingin di kutub selatan ini, sungguh membingungkan.
Dalam kurun waktu 1974-1976, dimana dalam foto yang direkam berkali-kali dari satelit bumi buatan, para ilmuwan mendapati bahwa di alam benua es kutub selatan terdapat sebuah danau yang tidak membeku seluas kurang lebih 480,36 ribu meter persegi. Danau ini kadang muncul dan kadang tak kelihatan. Pada 1981 silam, eks negara Uni Soviet dan Amerika Serikat mengirim tim survei ke kutub selatan yang dibentuk 26 personel. Mereka mencari posisi danau tersebut berdasarkan petunjuk dari foto yang direkam satelit, namun tidak ditemukan. Para tim survei hanya menemukan gelembung udara yang tak terhitung banyaknya dengan suhu agak tinggi di perairan danau yang tidak membeku tersebut.
Mengapa terdapat danau yang tidak membeku di kutub selatan ?
Setelah fenomena yang ganjil ini diumumkan, seketika menarik minat para ilmuwan, mereka melakukan penyelidikan secara mendalam terhadap hal ini dan mengemukakan berbagai pandangan mereka.

Ada yang mengemukakan bahwa itu adalah akibat percampuran antara suhu dan tekanan atmosfer dalam kondisi tertentu. Menurut mereka, bahwa di kawasan kutub selatan, karena air laut dikedalaman 500 meter tidak secara langsung bersentuhan dengan udara yang dingin, maka suhu air lebih tinggi dari suhu dipermukaan. Efek dari perbedaan suhu ini membuat air laut menghasilkan gerakan yang mengarah secara vertikal, dengan demikian akhirnya membentuk sebuah pusaran.
Dengan bersandar pada kekuatan pusaran ini, air laut di kedalaman 500 meter lalu digulung sampai ke atas permukaan laut, kemudian menjadi danau yang tidak membeku.
Dan menurut pandangan lainnya, bahwa di kawasan yang berdekatan dengan laut di kutub selatan, terdapat sejumlah lubang air asin. Lubang-lubang air asin ini dapat menyebarkan energi panas, sehingga dengan demikian membeku menjadi bongkahan es raksasa. Saat bobot bongkahan es terlalu besar, maka segenap bongkahan es-nya akan tenggelam ke dasar laut. Di bawah tekanan bongkahan es yang maha besar, air laut yang bersuhu lebih tinggi di lapisan dalam akan naik ke permukaan, lalu menjadi danau tidak beku. Setelah air danau bersentuhan beberapa saat dengan udara dingin, air danau tersebut kemudian menjadi bongkahan es raksasa, karenanya danau tidak beku itu pun lenyap.
Bahkan sejumlah ilmuwan menduga : bahwa di bawah lapisan es kutub selatan, besar kemungkinan terdapat sebuah markas rahasia yang dibangun makhluk angkasa luar, mereka-lah yang menyebarkan energi panas di tempat aktivitas mereka sehingga membuat es disini menjadi lumer.

NASA Temukan 40 Kawah Es di Bulan

Radar milik NASA yang diluncurkan ke luar angkasa mendeteksi adanya kawah berisi es di kutub utara Bulan.
Radar bernama Mini-SAR itu menemukan lebih dari 40 kawah kecil dengan ukuran rata 1,6 hingga 15 kilometer yang penuh berisi air es.
“Meski jumlah es bergantung pada ketebalan setiap kawah, setidaknya diperkirakan ada 600 juta metrik ton air es disana,” kata Paul Spudis pemimpin investigasi eksperimen Mini-SAR.
Dilansir AFP, Selasa (2/3/2010), temuan ini muncul menandai beberapa pekan setelah Presiden AS Barack Obama mengumumkan secara terbuka mengenai ambisi AS untuk mengulang kesuksesan misi mengirim astronot ke Bulan.
“Temuan radar memperlihatkan Bulan merupakan tujuan operasional dan eksplorasi yang lebih menarik dari yang dibayangkan sebelumnya,” ungkap Spudis.
Tahun lalu Mini-SAR telah menghabiskan waktu membuat pemetaan kawah di kutub Bulan yang tak terlihat dari Bumi, dengan menggunakan polarisasi properti refleksi gelombang radio.
Sementara itu, Direktorat Misi Operasional Luar Angkasa NASA Jason Crusan menyebutkan dia dan timnya menemukan indikasi yang kuat akan keberadaan air es setelah menganalisa banyak data.
“Temuan ini akan membuat misi yang akan datang memiliki target baru untuk digali lebih dalam,” kata Crusan.
Penemuan radar Mini-SAR membantu para ilmuwan terus mengembangkan teori yang meragukan keberadaan air di Bulan. Sebelumnya, ilmu pengetahuan menganggap Bulan adalah tempat yang sangat kering dan tanpa air sama sekali.
ref: okezone

Monday, September 7, 2009

Rocket


Rocket adalah sebuah tabung pancaran yang salah satu ujungnya tertutup,sedangkan ujung yang lain terbuka.Bahan bakar oksigen telah tersedia didalamnya.
*Proses Kerja Rocket :
Apabila bahan bakar dibakar maka sisa bahan bakar menjadi gas yang menabrak tembok atmosphere.
*Penggunaan Rocket :
- Sebagai peluru penghancur.
- Sebagai alat penggerak pembantu pada pesawat-pesawat dengan motor jet (engine jet).
- Sebagai alat untuk menyelidiki ilmiah ruang angkasa.

Sejarah Penerbangan

Pada tanggaL 17 Desember 1908.Wraight bersaudara dari Kitty Hawk,CaroLina.A.S.
Tercatat dalam sejarah penerbangan sebagai orang pertama yang telah berhasil terbang dengan pesawat bermotor.Jarak yang ditempuh pada percobaan terbang ini 2oo M.
Balon udara yang merupakan alat transportasi udara.Tetapi kemajuannya tidak sepesat pesawat terbang karena balon udara mudah terbakar.Mengingat balon udara harus diisi oleh gas helium yang lebih ringan dari pada udara dan sifatnya mudah terbakar.

Monday, March 9, 2009

Roket DeLta II

Sebuah teleskop angkasa diluncurkan NASA dari pangkalan udara Cape CanaveraL, Florida.Jum'at malam tanggaL 6 Maret 2009.
Roket DeLta II yang membawa teLeskop yang diberi nama KepLer tersebut akan menjeLajah Luar angkasa seLama sekitar 3 Tahun.Misi utamanya adaLah menemukan pLanet-pLanet yang mirip dengan Bumi di GaLaksi Bima Sakti.
TeLeskop angkasa itu berpisah dari roket pengusungnya sekitar 62 menit seteLah diLuncurkan.
Tujuannya adaLah menjawab 1 pertanyaan kuno,Yaitu:
Apakah pLanet-pLanet diuar sama seperti pLanet yang kita huni seLama ini.
Ed WeiLer,rekanan dari divisi Science Mission Directorate NASA menegaskan bahwa misi KepLer bukanLah sekedar misi iLmiah.Ini merupakan misi bersejarah.
KepLer yang diLepas pada ketinggian Lebih dari 721 kiLometer tersebut bertugas mengamati Lokasi yang sama sepanjang misinya.Piranti canggih itu akan merekam sedikitnya 100.000 bintang disekitar rasi bintang Cygnus dan Lyra di GaLaksi Bima Sakti.
TeLeskop berniLai hampir USD 600 juta ( sekitar Rp 7,25 triLiun ) tersebut merupakan misi pencarian pLanet mirip Bumi pertama NASA.
Nantinya,aLat modern tersebut akan Lebih fokus pada pLanet-pLanet keciL yang temperaturnya tidak terLaLu panas dan tidak terLaLu dingin.Ia juga diharapkan bisa menemukan planet yang paLing mirip dengan Bumi.MemiLiki permukaan berbatuan dan cadangan air yang cukup.

Template by:

Free Blog Templates