Friday, March 5, 2010

Misteri Danau yang Tidak Membeku di Antartika




Fenomena yang sangat luar biasa terjadi di kutub selatan. Kutub selatan adalah dunia salju yang tidak dihuni manusia, mempunyai istilah “daratan putih”. Di kutub selatan, sejauh mata memandang, tampak sehamparan luas salju yang putih mulus dan cahaya perak yang berkilauan. Tanah seluas 14 juta km persegi ini, hampir seluruhnya diselimuti oleh salju setebal ratusan hingga ribuan meter, suhu 50-60 derajat C di bawah nol, membuat segala yang ada disini kehilangan daya hidup dan fungsinya semula. Minyak Bumi disini membeku bagaikan beton aspal menjadi benda padat warna hitam, sedangkan minyak tanah disini menjadi bahan tak terbakar karena tidak mencapai titik nyala.
Namun, secara gaib alam yang menarik ini memperlihatkan kehebatan sihirnya yang menakjubkan : di alam salju yang ekstrem dingin ini di luar dugaan terdapat sebuah danau yang tidak membeku. Masalah seputar danau yang tidak membeku ini, ilmuwan mengemukakan berbagai perkiraan dan dugaan, namun hingga saat ini belum ada seorang ilmuwan pun yang dapat memberi kesimpulan yang memuaskan dan meyakinkan. Danau yang tidak membeku di kutub selatan ini memang begitu misterius, jika hendak menyingkap cadar misteri ini masih perlu penelitan lebih lanjut.
Fenomena Ganjil Danau yang Tidak Membeku
Sebagian besar daerah Antartika diselimuti dengan lapisan es yang sangat tebal, tebal rata-rata mencapai 1.880 meter dan lapisan es di sejumlah besar daerah mencapai lebih dari 4.000 meter, sehingga disebut “daratan es dan salju”. Iklim di daratan kutub selatan sangat dingin, suhu rata-rata per tahun hanya -25 derajat C, suhu terendah mencapai –90 derajat C, karena itu juga disebut “ekstrim dingin dunia”.
Namun, justru di atas tanah yang diselimuti dengan es dan salju yang dingin ini, terdapat danau tidak beku, benar-benar membingungkan. Pada 1960 silam, dimana setelah sarjana Jepang menganalisis data pengukurannya mendapati, suhu air di bawah lapian es tipis permukaan tersebut sekitar 0 derajat C, seiring dengan meningkatnya tingkat kedalaman, suhu air terus meningkat. Di kedalaman sepanjang 16 meter, suhu air naik 7.7 derajat C. suhu ini terus secara stabil bertahan hingga kedalamam 40 meter. Di bawah 40 meter, suhu air perlahan-lahan naik. Dan di kedalaman 50 meter, tingkat kenaikan suhu tiba-tiba melonjak drastic. Sampai pada dasar sedalam 66 meter, di luar dugaan suhu air mencapai 25 derajat C, tidak jauh berbeda dengan suhu di permukaan Dongha pada musim panas.
Bagaimana terjadinya danau yang tidak membeku di lingkungan yang sangat dingin di kutub selatan ini, sungguh membingungkan.
Dalam kurun waktu 1974-1976, dimana dalam foto yang direkam berkali-kali dari satelit bumi buatan, para ilmuwan mendapati bahwa di alam benua es kutub selatan terdapat sebuah danau yang tidak membeku seluas kurang lebih 480,36 ribu meter persegi. Danau ini kadang muncul dan kadang tak kelihatan. Pada 1981 silam, eks negara Uni Soviet dan Amerika Serikat mengirim tim survei ke kutub selatan yang dibentuk 26 personel. Mereka mencari posisi danau tersebut berdasarkan petunjuk dari foto yang direkam satelit, namun tidak ditemukan. Para tim survei hanya menemukan gelembung udara yang tak terhitung banyaknya dengan suhu agak tinggi di perairan danau yang tidak membeku tersebut.
Mengapa terdapat danau yang tidak membeku di kutub selatan ?
Setelah fenomena yang ganjil ini diumumkan, seketika menarik minat para ilmuwan, mereka melakukan penyelidikan secara mendalam terhadap hal ini dan mengemukakan berbagai pandangan mereka.

Ada yang mengemukakan bahwa itu adalah akibat percampuran antara suhu dan tekanan atmosfer dalam kondisi tertentu. Menurut mereka, bahwa di kawasan kutub selatan, karena air laut dikedalaman 500 meter tidak secara langsung bersentuhan dengan udara yang dingin, maka suhu air lebih tinggi dari suhu dipermukaan. Efek dari perbedaan suhu ini membuat air laut menghasilkan gerakan yang mengarah secara vertikal, dengan demikian akhirnya membentuk sebuah pusaran.
Dengan bersandar pada kekuatan pusaran ini, air laut di kedalaman 500 meter lalu digulung sampai ke atas permukaan laut, kemudian menjadi danau yang tidak membeku.
Dan menurut pandangan lainnya, bahwa di kawasan yang berdekatan dengan laut di kutub selatan, terdapat sejumlah lubang air asin. Lubang-lubang air asin ini dapat menyebarkan energi panas, sehingga dengan demikian membeku menjadi bongkahan es raksasa. Saat bobot bongkahan es terlalu besar, maka segenap bongkahan es-nya akan tenggelam ke dasar laut. Di bawah tekanan bongkahan es yang maha besar, air laut yang bersuhu lebih tinggi di lapisan dalam akan naik ke permukaan, lalu menjadi danau tidak beku. Setelah air danau bersentuhan beberapa saat dengan udara dingin, air danau tersebut kemudian menjadi bongkahan es raksasa, karenanya danau tidak beku itu pun lenyap.
Bahkan sejumlah ilmuwan menduga : bahwa di bawah lapisan es kutub selatan, besar kemungkinan terdapat sebuah markas rahasia yang dibangun makhluk angkasa luar, mereka-lah yang menyebarkan energi panas di tempat aktivitas mereka sehingga membuat es disini menjadi lumer.

NASA Temukan 40 Kawah Es di Bulan

Radar milik NASA yang diluncurkan ke luar angkasa mendeteksi adanya kawah berisi es di kutub utara Bulan.
Radar bernama Mini-SAR itu menemukan lebih dari 40 kawah kecil dengan ukuran rata 1,6 hingga 15 kilometer yang penuh berisi air es.
“Meski jumlah es bergantung pada ketebalan setiap kawah, setidaknya diperkirakan ada 600 juta metrik ton air es disana,” kata Paul Spudis pemimpin investigasi eksperimen Mini-SAR.
Dilansir AFP, Selasa (2/3/2010), temuan ini muncul menandai beberapa pekan setelah Presiden AS Barack Obama mengumumkan secara terbuka mengenai ambisi AS untuk mengulang kesuksesan misi mengirim astronot ke Bulan.
“Temuan radar memperlihatkan Bulan merupakan tujuan operasional dan eksplorasi yang lebih menarik dari yang dibayangkan sebelumnya,” ungkap Spudis.
Tahun lalu Mini-SAR telah menghabiskan waktu membuat pemetaan kawah di kutub Bulan yang tak terlihat dari Bumi, dengan menggunakan polarisasi properti refleksi gelombang radio.
Sementara itu, Direktorat Misi Operasional Luar Angkasa NASA Jason Crusan menyebutkan dia dan timnya menemukan indikasi yang kuat akan keberadaan air es setelah menganalisa banyak data.
“Temuan ini akan membuat misi yang akan datang memiliki target baru untuk digali lebih dalam,” kata Crusan.
Penemuan radar Mini-SAR membantu para ilmuwan terus mengembangkan teori yang meragukan keberadaan air di Bulan. Sebelumnya, ilmu pengetahuan menganggap Bulan adalah tempat yang sangat kering dan tanpa air sama sekali.
ref: okezone

Monday, September 7, 2009

Rocket


Rocket adalah sebuah tabung pancaran yang salah satu ujungnya tertutup,sedangkan ujung yang lain terbuka.Bahan bakar oksigen telah tersedia didalamnya.
*Proses Kerja Rocket :
Apabila bahan bakar dibakar maka sisa bahan bakar menjadi gas yang menabrak tembok atmosphere.
*Penggunaan Rocket :
- Sebagai peluru penghancur.
- Sebagai alat penggerak pembantu pada pesawat-pesawat dengan motor jet (engine jet).
- Sebagai alat untuk menyelidiki ilmiah ruang angkasa.

Sejarah Penerbangan

Pada tanggaL 17 Desember 1908.Wraight bersaudara dari Kitty Hawk,CaroLina.A.S.
Tercatat dalam sejarah penerbangan sebagai orang pertama yang telah berhasil terbang dengan pesawat bermotor.Jarak yang ditempuh pada percobaan terbang ini 2oo M.
Balon udara yang merupakan alat transportasi udara.Tetapi kemajuannya tidak sepesat pesawat terbang karena balon udara mudah terbakar.Mengingat balon udara harus diisi oleh gas helium yang lebih ringan dari pada udara dan sifatnya mudah terbakar.

Monday, March 9, 2009

Roket DeLta II

Sebuah teleskop angkasa diluncurkan NASA dari pangkalan udara Cape CanaveraL, Florida.Jum'at malam tanggaL 6 Maret 2009.
Roket DeLta II yang membawa teLeskop yang diberi nama KepLer tersebut akan menjeLajah Luar angkasa seLama sekitar 3 Tahun.Misi utamanya adaLah menemukan pLanet-pLanet yang mirip dengan Bumi di GaLaksi Bima Sakti.
TeLeskop angkasa itu berpisah dari roket pengusungnya sekitar 62 menit seteLah diLuncurkan.
Tujuannya adaLah menjawab 1 pertanyaan kuno,Yaitu:
Apakah pLanet-pLanet diuar sama seperti pLanet yang kita huni seLama ini.
Ed WeiLer,rekanan dari divisi Science Mission Directorate NASA menegaskan bahwa misi KepLer bukanLah sekedar misi iLmiah.Ini merupakan misi bersejarah.
KepLer yang diLepas pada ketinggian Lebih dari 721 kiLometer tersebut bertugas mengamati Lokasi yang sama sepanjang misinya.Piranti canggih itu akan merekam sedikitnya 100.000 bintang disekitar rasi bintang Cygnus dan Lyra di GaLaksi Bima Sakti.
TeLeskop berniLai hampir USD 600 juta ( sekitar Rp 7,25 triLiun ) tersebut merupakan misi pencarian pLanet mirip Bumi pertama NASA.
Nantinya,aLat modern tersebut akan Lebih fokus pada pLanet-pLanet keciL yang temperaturnya tidak terLaLu panas dan tidak terLaLu dingin.Ia juga diharapkan bisa menemukan planet yang paLing mirip dengan Bumi.MemiLiki permukaan berbatuan dan cadangan air yang cukup.

Monday, January 12, 2009

Manusia di Ruang Angkasa


Pada tahun 1961, Rusia mengalahkan Amerika Serikat lagi dengan menggunakan sebuah roket untuk meluncurkan manusia pertama, Yuri Gagarin (1934-1968), ke orbit. Namun, dalam 8 tahun berikutnya, Amerika Serikat membuat roket terbesar di dunia dan menerbangkan orang ke Bulan.
Mesin roket masih digunakan untuk membawa benda-benda ke ruang angkasa. Sebagai contoh, pesawat ulang-alik menggunakan beberapa roket yang berbeda.
Pesawat tersebut membawa para ilmuwan dan satelit ke ruang angkasa dan mengangkut astronout dari dan ke stasiun ruang angkasa.

Friday, October 17, 2008

The Apollo 1 Tragedy ( 27 January 1967 ) .


Edward White, Command Pilot.
Virgil "Gus" Grissom, Comander.
Roger Chaffee, Pilot.

One of the worst tragedies in the history of spaceflight occured on January 27,1967 when the crew of Gus Grissom,Edward White and Roger Chaffee were killed in a fire in the Apollo Command Module during a preflight test a Cape Canaveral. They were training for the first crewed Apollo flight,an Earth orbiting mission scheduled to be launched on 21 February. They were taking part in a "PLUGS-OUT" test,in which the Command Module was mounted on the Saturn 1B on the launch pad just as it would be for the actual launch,but the Saturn 1B was not fueled. The plan was to go through an entire countdown sequence.

At 1 p.m on Friday,27 January 1967 the astronauts entered the capsule on Pad 34 to begin the test. A number of minor problems cropped up which delayed the test considerably and finally a failure in communications forced a hold in the count at 5:40 p.m. At 6:31 one of the astronauts (probably Chaffee) reported, "Fire,I smell fire." Two seconds later White was Heard to say, "Fire in the cockpit." The fire spread throughout the cabin in a matter of seconds. The last crew communication ended 17 seconds after the start of the fire,followed by loss of all telemetry. The Apollo hatch could only open inward and was held closed by a number of latches which had to be operated by ratches. It was also held closed by the interior pressure,which was higher than outside atmospheric pressure and required venting of the command module before the hatch could be opened. It look at least 90 seconds to get the hatch open under ideal conditions. Because theh cabin had been filled with a pure oxygen atmosphere at normal pressure for the test and there had been many hours for the oxygen to permeate all the material in the cabin,the fire spread rapidly and the astronauts had no chance to get the hatch open. Nearby technicians tried to get to the hatch but were repeatedly driven back by the heat and smoke. By the time they succeeded in getting the hatch open roughly 5 minutes after the fire started the astronauts had already perished,probably within the first 30 seconds,due to smoke inhalation and burns.

The Apollo program was put on hold while an exhaustive investigation was made of the accident. It was concluded that the most likely cause was a spark from a short circuit in a bundle of wires than ran to the left and just in front of Grissom's seat. The large amount of flammable material in the cabin in the oxygen environment allowed the fireto start and spread quickly. A number of changes were instigated in the program over the next year and a half,including designing a new hatch which opened outward and could be operated quickly,removing much of the flammable material and replacing it with self-extinguishing components,using a nitrogen-oxygen mixture at launch, and recording all changes and overseeing all modifications to the spacecraft design more rigorously.

The mission,originally disignated Apollo 204 but commonly referred to as Apollo 1, was officially assigned the name "Apollo 1" in honor of Grissom, White and Chaffee. The first Saturn V launch (uncrewed) in November 1967 was designated Apollo 4 (no mmissions were ever designated Apollo 2 or 3). The Apollo 1 Command Module capsule 012 was impounded and studied after the accident and was then locked away in a storage facility at NASA Langley Research Center. The changes made to the Apollo Command Module as a the complex and dangerous trip to the moon almost commonplace. The eventual success of the Apollo program is a tribute to Gus Grissom,Ed White and Roger Chaffee,three fine astronauts whose tragic loss was not in vain.

(From : http://nssdc.gstc.nasa.gov/planetary/lunar/apollo 1 into.html).

Template by:

Free Blog Templates